Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga dan Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Diare Pada Balita
DOI:
https://doi.org/10.55171/obs.v4i2.169Abstract
Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan sosial ekonomi keluarga dan pekerjaan ibu dengan kejadian diare. Rancangan penelitian case control penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandala, dari bulan Mei–Agustus 2013, Populasi penelitian 170 responden. Sampel kasus 85 orang dan sampel kontrol 85 orang total sampel 170 orang. Teknik pengumpulan data secara primer dengan instrumen kuesioner, dan daftar ceklis. Hasil uji bivariat pada variabel sosial ekonomi keluarga dan pekerjaan ibu dengan diare pada balita diperoleh P value:0,006 dari variabel pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada balita P value:0,003 sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara sosial ekonomi keluarga dan pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada balita. Bekerjasama dengan Puskesmas terkait pemberian informasi yang berulang khususnya ibu-ibu terkait sebab dan akibat diare. Kerjasama melibatkan dinas dalam memperbaiki sanitasi lingkungan, pemepataan lahan kosong, konsep tumpang sela, membantu permodalan usaha rakyat tujuannya untuk peningkatan pendapatan masyarakat.References
Adisasmito W. 2007. Faktor Resiko Diare Pada Bayi dan Balita di Indonesia. www.slideshare.net. diakses tanggal 20/06/2014
Amalya Lidia .2010. Hubungan faktor lingkungan dan sosial ekonomi dengan kejadian diare Pada balita Di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur Bulan Agustus 2010. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta. http:/ /repository. uinjkt.ac.i d/dspace/bitstream/123456789/25965/1/LYDIA%20AMALIYA-fkik.pdf diakses 10 Mei 2016
Asima Sirat, Rohana Murni Saragih. 2010. Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan kejadian diare Pada Balita Di Desa Simanabun Kec. Silou Kabupaten Simalungun. www.google.com.diakses tanggal 9/7/2014
Depkes RI, 2007. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare Edisi Ketiga. Dit jen PPM & PL . Jakarta
Dewi, Vivian Nanny Lia. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Irma Puspita Puji Astuti, Intan Silviana.2015. Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian Diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas tengal Angus Kabupaten tangerang. http://digilib esaunggul. ac.id/public/UEU-Undergraduate-8281-JURNAL.pdf diakses 11 mei 2016
Jufrie,Met al.,2010.Buku Ajar Gastroenterologi Hepatologi. www. academia. Edu.
Com diakses tanggal 12/07/2014.
Kementrian Kesehatan RI . 2011. Situasi Diare di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi kesehatan. ISSN 2088-270x triwulan ke-2 2011
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia .2017. Data dan Informasi Kesehatan Propil kesehatan Indonesia 2016., Pusat data dan informasi kementrian Kesehatan RI 2017.
Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. editor Monica Ester. Jakarta: EGC.
Malia Indiana .2016 Antisipasi Peningatan Kasus Diare http:// www. harnas. co/ 2016/11/08/antisipasi-peningkatan-kasus-diare diakses 5 april 2017
Rahmawati, A. 2008. Penanganan Diare Di Rumah Tangga Merupakan Upaya Menekan Angka Kesakitan Diare Pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.2008; 19 (1).
RISKESDAS ( Riset Kesehatan Dasar). 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan. Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/buku_laporan/lapnas_riskesdas20 10/Laporan_riskesdas_2010.pdf diakses 2 Mei 2017
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). 2012. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Prevalensi Diare Diakses tanggal 23 Agustus 2016 Dari: http:// survei demografidankesehatanindonesiaSDKI.com
Putra, Sitiatava Rizema. (2012). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita Untuk Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta: D- medika
Wikipedia. 2017. Upah Minimum. https://id.wikipedia.org/wiki/Upah_minimum diakses 10 april 2017
---------------------Tumpang Sari, .://id.wikipedia.org/wiki/Tumpang_sari diakses 10 april 2017










