Hubungan Bayi Prematur dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum

Authors

  • aminah aminah

DOI:

https://doi.org/10.55171/obs.v4i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bayi prematur dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control) dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Banyaknya sampel kasus yang digunakan adalah 100 bayi baru lahir dengan asfiksia dan sampel control adalah 100 bayi baru lahir tidak asfiksia. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Bayi Baru Lahir mengalami Asfiksia sebanyak 290 bayi (8,24%), Bayi Prematur sebanyak 59 bayi (29,5). Secara Bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara bayi prematur dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai p= 0,000 (p<0,05). Dengan demikian diharapkan tenaga kesehatan lebih sigap dan tanggap serta selalu meningkatkan kemampuan sehingga dapat mendeteksi dini berbagai macam penyulit yang mungkin terjadi pada ibu maupun bayi.

References

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. RinekaCipta.

Ariani, Putri Ayu. 2014. Aplikasi Metodologi Penelitian Kebidanan Dan Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Cunningham, dkk. 2009. Obstetri Williams Edisi 23. Jakarta: EGC.

Departeman Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta:JNPK-KR.

Dewi, Viviani Nanny Lia. 2014. Resusitasi Neonatus. Jakarta: Salemba Medika.

FK Unpad. 2012. Obstetric patologi (ilmu kesehatan reproduksi). Jakarta. EGC.

Haifa, Shofura, 2014. Asfiksia Pada Neonatus.https://haifashofura.wordpress.com/ . Diunggah 9 Mei 2014. Diakses 19 September 2016 Pukul 21.02 WIB.

Hollingworth, Tony. 2012. Diagnosis Banding dalam Obstetri & Ginekologi A-Z. Jakarta: ECG.

Indrayani, Moudy Emma Unaria Djamin. 2013. Asuhan persalinan dan bayi baru lahir. Cv. Trans info media. Jakarta.

Katiandagho, Novisye & Kusmiyati. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Liun Kendage Tahuna. Http://Download.Portalgaruda.Org/Article.Php?Article=402178&Val=6849&Title=Faktor%20Faktor%20Yang%20Berhubungan%20Dengan%20Kejadian%20Asfiksia%20Neonatorum. Diakses Tanggal 27 September 2016. Pukul 23.23.

Kemenkes RI, 2014. Jadilah Kartini Indonesia Yang Tidak Mati Muda (Pencanangan Kampanye Pedul iKesehatan Ibu 2014). http://Kementerian%20Kesehatan%20Republik%20Indonesia.html. diunggah 28 April 2014 pukul 08.06 WIB. Diakses 26 Agustus 2016 Pukul 16.24 WIB.

Kemenkes RI. 2015. Kesehatan Dalam Kerangka Sustainable Development Goals (SDG’s). http://www.pusat2.litbang.depkes.go.id/pusat2_v1/wpcontent/uploads/2015/12/SDGs-Ditjen-BGKIA.pdf. Diunggah 1 Desember2015 .Diakses 5 September 2016 Pukul 09.00 WIB.

Kidding, Elvira Ningsi.2012. Ragam Kelainan Plasenta dan Tali pusat.http://vhychocolatenurse.blogspot.co.id/2012/05/ragam-kelainan-plasenta-dan-tali-pusat.html. Diunggah 05 Mei 2012.Diakses 10 September 2016 Pukul 08.14 WIB.

Latifa, Siti, 2015. faktor yang mempengaruhi ASFIKSIA. https://sitilatifaaa.wordpress.com/2015/12/17/faktor-yang mempengaruhi-asfiksia/. Diunggah 17 Desember 2016.Diakses18 September 2016 Pukul 21.22 WIB.

Manuaba, I.B.G, dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC.

Manuaba, I.B.G, dkk. 2012. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC.

Maryunani, Nanik. 2013. Asuhan Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah. Jakarta. CV. Trans Info Media.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: RinekaCipta.

Notoatmodjo, Soekodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. RinekaCipta.

Nugroho, Taufan. 2010. Buku Ajar Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nurlaila, Evi. 2010. Persalinan Serotirus.https://bidanevi.wordpress.com/2010/06/22/persalinan-serotinus/. DiunggahJuni 2010. Diakses 30 September 2016 Pukul 10.30 WIB.

Oxorn, Harry & William R. forte .Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi Persalinan. Jakarta. CV AndiOffest

Prawirohardjo, Sarwono. 2014. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Rahmawati, Suci. 2013. Hubungan Preeklampsia dengan kejadian Asfiksia

Neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta tahun 2013. httpopac.unisayogya.ac.id12451NASKAH%20PUBLIKASI%20SUCI.pdf.Diakses20 September 2016 Pukul 21.09 WIB.

Revina. 2016. Jenis – Jenis Persalinan. http://bidanku.com/jenis-jenis-persalinan. Diunggah 2016. Diakses 18 September 2016 Pukul 20.30 WIB.

Rukiyah, Ai Yeyeh & Yulianti. 2012 Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita. Jakarta: CV Trans Info Media.

Sari,dkk. 2014. Hubungan Persalinan Prematur Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rsud Ungaran.http://perpusnwu.web.id/karyailmiah/documents/4515.pdf. Diakses10 September 2016 Pukul 10.00 WIB.

Sulistyaningsih.2011.Metodologi Peneltian Kebidanan Kuantitatif – Kualitatif. Yogyakarta: GrahaIlmu.

Sukirman, Maman.2016. Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Lebak Masih Tinggi http://bantenday.com/angka-kematian-ibu-dan-bayi-di-lebak-masih-tinggi/. Diunggah 29 Maret 2016. Diakses 5 September 2016 Pukul 10.00 WIB.

Sumantri, Arif. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Prenada Media Group.

Wahyuni, Sari. 2011. Asuhan Neonatus, Bayi & Balita. Jakarta: EGC.

Warongan, Vicky Arfeni dkk.. 2014. Faktor –Faktor Yang Berhubungan

Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu Yang Mempunyai Bayi Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014. http://jurnal.usu.ac.id/index.php/gkre/article/viewFile/11186/6074. Diakses10 sep 2016 Pukul 08.45 WIB.

Published

2017-12-06

Issue

Section

Artikel