Hubungan Skor Latch Dengan Kecukupan ASI dan Risiko Stunting Dini pada Bayi di Warunggunung

Authors

  • Daini Zulmi universitas la tansa mashiro

Abstract

Stunting dini merupakan masalah gizi kronis yang terjadi sejak awal kehidupan dan berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting adalah kecukupan Air Susu Ibu (ASI). Keberhasilan menyusui dapat dinilai secara objektif menggunakan skor LATCH yang menggambarkan kualitas proses menyusui. Namun, pemanfaatan skor LATCH sebagai indikator dini kecukupan ASI dan risiko stunting masih terbatas, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak. Menganalisis hubungan skor LATCH dengan kecukupan ASI dan risiko stunting dini pada bayi di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0–24 bulan. Data dikumpulkan melalui observasi skor LATCH, penilaian kecukupan ASI, dan pengukuran antropometri bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor LATCH yang rendah berhubungan dengan ketidakcukupan ASI. Selain itu, bayi dengan skor LATCH ibu yang rendah memiliki risiko stunting dini yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan skor LATCH baik. Hubungan tersebut menunjukkan signifikansi secara statistik.

Downloads

Published

2020-01-06

Issue

Section

Artikel