Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Asupan Protein Hewani, Durasi Pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 12-24 Bulan di Kp. Pagadungan Tahun 2025
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor, karakteristik orang tua, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pemberian asupan makanan, serta praktik pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi,sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil berdasarkan analisis univariat, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan terakhir SD (55,3%). Memiliki pendapatan Rp 1.000.000 (52,6%), sera memberikan asupan sesuai (65,8%). Mayoritas responden memberikan MP-ASI pada usia >6 bulan (57,9%) dan durasi pemberian sesuai (66,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan status gizi anak (p = 0,02), pendapatan dengan status gizi anak (p = 0,03), Asupan dengan status gizi anak (p = 0,01), MP-ASI dengan status gizi anak (p =0,04), Durasi pemberian makanan dengan status gizi anak (p =0,02). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan,asupan,MP-ASI, dan durasi pemberian makanan dengan status gizi anak. Di harapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk meningkat pola asuh yang lebih baik dalam pencegahan stunting, serta bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menyusun program intervensi gizi dan edukasi keluarga guna menurunkan angka stunting pada balita usia 12-24 bulan.Downloads
Published
2025-12-15
Issue
Section
Artikel
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










