PENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
DOI:
https://doi.org/10.55171/geomath.v3i2.878Abstract
Penelitian ini bertujuan (a) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematika (KKM), dan kemampuan pemecahan masalah matematika (KPMM) siswa, (b) menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif (PPK) dalam seting student team achievement devisions (STAD) dibanding dengan pendekatan pembelajaran konvensional (PPKon) dalam upaya meningkatkan KKM maupun KPMM (c) menganalisis kemampuan matematika (KM) pada seting tinggi, sedang dan rendah dalam upaya meningkatkan KKM maupun KPMM (d) menganalisis interaksi faktor pendekatan pembelajaran (PPK, PPKon) dengan faktor KM dalam mempengaruhi peningkatan KKM maupun KPMM. Penelitian ini menggunakan faktorial 2 x 2 Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri di Kota Tanjungbalai. Data KKM diperoleh dari 5 butir tes KKM sedangkan data KPMM diperoleh dari 5 butir tes KPMM, dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan ANOVA dua jalur dengan faktorial 2 x 2, dengan gain-gain ternormalisasi sebagai varian. Hasil utama dari penelitian ini adalah (1) Secara signifikan terdapat perbedaan antara PPK dan PPKon terhadap peningkatan KKM maupun KPMM dengan nilai F=18.297 dan P- value = 0.000 untuk KKM, serta F=19.309 dan P- value = 0.000 untuk KPMM dengan masing-masing P- value < a = 0.05, (2) Secara signifikan terdapat perbedaan antara PPK dan PPKon terhadap peningkatan KKM dan KPMM berdasarkan kemampuan siswa (tinggi, sedang, dan rendah) dengan nilai F= 9.629 dan P- value = 0.000 untuk KKM, serta F=10.946 dan P- value = 0.000 untuk KPMM dengan masing-masing P- value < a = 0.05, (3) Hasil analisis diperoleh 69,67 % siswa pada kelompok PPK, mampu mengaplikasikan ranah KKM, sedangkan PPKon hanya 58,73%, dari hasil analisis pada PPK diperoleh 77,22% siswa yang memahami masalah (MM), 69,29% siswa mampu merencanakan penyelesaian(MP), 65,8% siswa mampu menyelesaikan masalah (SM), dan 51,8% siswa melihat kembali pekerjaannya(MK). Sedangkan kelompok PPKon, hanya 70,88% siswa yang memahami masalah(MM), 57,26% siswa mampu merencanakan penyelesaian(MP), 50,74% siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut(SM), dan 41,2% siswa melihat kembali pekerjaannya (MK). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PPK merupakan pendekatan yang tepat, dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran Kooperatif (PPK), Kemampuan Koneksi Matematika (KKM), dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (KPMM).References
Ansari, B. I. (2009). Komunikasi Matematik: Konsep dan Aplikasi, Banda Aceh: Pena Antara News Jawa Timur. IPM Indonesia Masih Peringkat 111. Melalui Http://Www.Antarajatim. Com [01/06/2022]
Arends, R.I. (2008). Learning To Teach (Belajar untuk Mengajar), Edisi Ketujuh. Terjemahan Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto. Yokyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitia: Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta. Bataviase. IPM Indonesia Masih Terendah di Asia Tenggara. Melalui Http://Bataviase.Co.Id [01/06/2010]
BNSP. (2006). Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional- Bsnp
De Bono, E. Revolosi Berfikir. (2007). Terjemahan Ida Sitompul Danfahmy Yamani. Bandung: Kaifa
Djaali, H. & Pudji Muljo. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Fathurrohman, P. & M. Sobry Sutikno. (2007). Strategi Belajar Mengajar: Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung: Refika Aditama.
Hardoyono , F. (2007). Tinjauan Aspek Budaya Pada Pembelajaran IPA: Pentingnya Pengembangan Kurikulum IPA Berbasis Kebudayaan Lokal. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan :Insania, 12(2) Hal. 143-163. Melalui Http://Insaniaku.Files.Wordpress.Com
Herdian. (2017). Kemampuan Koneksi Matematik Siswa. Melalui Http://Herdy07.Wordpress.Com [11/06/2022]
Hergenhahn, B.R & Matthew H. Olson. (2008). Theories Of Learning (Teori Belajar), Edisi Ketujuh. Jakarta: Kencana
Ibrahim, M. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Kanginan, M. 2005. Cerdas Belajar Matematika. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Pembangunan Berbasis Gender 2006.2007 & 2008. Kementerian Pp&Pa Bekerjasama Bps. Melalui Http:// Www.Menegpp.Go.Id [28/05/2022]
Mahanal, S. Dkk. (2007). Penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah dengan Strategi KooPeratif Model STAD pada Mata Pelajaran Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V MI Jenderal Sudirman Malang. Jurnal Penelitian Kependidikan, 17(1)Hal. 33-49
Marzuki, A. (2006). Implementasi Pembelajaran Kooperatif (Cooverative Learning) Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Koneksi Dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa. Tesis Tidak Diterbitkan. Bandung: Pps Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
National Council Of Teacher Of Mathematics (2000). Principles And Standarts For School Mathematics. Reaston. Va: NCTM
Ong Eng Tek (1996). The Effect Of Cooperative Learning On The Mathematics Achievement Of Form 4 Students In A Malaysian Scondary School. Journal Of Science And Mathematics Education In Se Asia. 21(2). P. 34-45
Purcell, E.J, Varberg, D. & Rigdon, S.E. (2004). Kalkulus. Edisi Kedelapan Jilid 1. Terjemahan I Nyoman Susila. Jakarta: Erlangga
Purwanto, N. (2006). Prinsip-Prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya
Ruseffendi, H.E.T (1991). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Mengajar Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito
Ruseffendi, H.E.T. (1998). Dasar- Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non Eksakta Lainnya. Semarang: IKIP Semarang
Saragih, S. (2007). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis dan Komunikasi Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Pendekatan Matematik Realistik. Disertasi Tidak Diterbitkan. Bandung : Program Pascasarjana Upi
Sanjaya, W. (2008). Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung: Kencana.
Sari, R. (2008). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dan Kecerdasan Interpersonal Terhadap Hasil Belajar Biologi di Man 2 Tanjung Pura. Tesis Tidak Diterbitkan. Medan: Program Pascasarjana Universitasnegeri Medan.
Satyananda D. & Santi I. (2013). Pengembangan Materi Program Instruksional Sebagai Suatu Perangkat Pembelajaran Kooperatif dalam Upaya Meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika Pada Perkuliahan Mau4o9 Teori Bilangan. Jurnal Penelitian Kependidikan, 17(2) Hal. 74-89. Melalui Http://Lemlit.Um.Ac.Id/Wp-Content/Uploads/2009/07/Jurnal [25/02/2022]
Sawada, D. (1996). Mathematics As Connection Making In Japanese Elementary School. Journal Of School Science And Mathematics, 96(5)
Shadiq F. (2010). Bagaimana Cara Mencapai Tujuan Pembelajaran Matematika di SMK. Yokyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika. Departemen Pendidikan Nasional RI. Melalui Http:// Www.P4tkmatematika.Com [20/03/2022]
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta
Slavin R.E. (2009). Psikologi Pendidikan: Teori Dan Praktik. Edisi Kedelapan Jilid 2. Terjemahan Marianto Samosir. Jakarta: Indeks
Sudirman, Dkk. (1992). Ilmu Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suherman, H. E. Dkk, (2001). Common Text Book: Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA- UPI
Sukardi, H.M. (2008). Evaluasi Pendidikan: Prinsip & Oprasionalnya. Yokyakarta: Bumi Aksara
Sumarmo, U. (2012). Pembelajaran Keterampilan Membaca Matematika pada Siswa Sekolah Menengah. Bandung: FPMIPA UPI. Melalui Http://Math.Sps.Upi.Edu [31/05/2022]
Sumarmo, U. (2013). Berpikir dan Disposisi Matematik: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan pada Perserta Didik. Bandung : FPMIPA UPI. Melalui < Http://Math.Sps.Upi.Edu > [25/02/2022]
Suparno, P. (1997). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Surakhmad, W. (1984). Pengantar Interaksi Belajar Mengajar: Dasar Dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandng : Tarsito.
Suriasumantri, J. S. (1999). Fitsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Undang-Undang No. 20. (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Winkel, W. S. (1999). Psikologi Pendidikan. Yokyakarta: Grasindo
Yutmini, S. (1992). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP UNS.
Zuriah, N. (2007). Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan: Teori – Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara



.png)
.png)
.png)
.png)






