ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA SE-KABUPATEN TANGERANG PADA PENYELESAIAN SOAL AKM BERDASARKAN TAHAPAN POLYA
DOI:
https://doi.org/10.55171/geomath.v3i1.871Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dilakukan siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerang pada penyelesaian soal AKM berdasarkan Tahapan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerangl. Sampel penelitian berjumlah 389 siswa kelas X dari 12 sekolah ditentukan dengan perpaduan teknik stratified random sampling dan custer random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dengan memanfaatkan soal AKM yang berjumlah 12 pertanyaan jenis uraian (estimasi reliabilitas sebesar 0,668). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skor rata-rata, simpangan baku, skor tertinggi dan terendah, dan persentase menjawab benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerang pada penyelesaian soal AKM berdasarkan Tahapan Polya berada pada kategori rendah. Kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari indikator memahami masalah berada pada kategori rendah, pada indikator merencanakan pemecahan dan menafsirkan jawaban berada pada kategori sangat rendah. Sementara itu, pada indikator melaksanakan rencana berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Soal AKM, Tahapan PolyaReferences
Alexander, R. (2013). How accurate is the PISA test? BBC News Megazine. Retrieved from http://www.bbc.com/news/magazine-25299445.
Andiani, D., Hajizah, M. N., & Dahlan, J. A. (2020). Analisis Rancangan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) Numerasi Program Merdeka Belajar. Majamath: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 4(1), 80–90.
Asrijanty, P. (2020). AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran. Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Pusat Asesmen dan Pembelajaran.
Cahyanovianty, A. D., & Wahidin. (2021). Analisis Kemampan Numerasi Peserta Didik Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 1439-1448.
Carreira, S., Jones, K., Amado, N., Jacinto, H., & Nobre, S. (2016). Youngsters solving mathematical problems with technology: The results and implications of the Problem@Web Project. New York, NY: Springer International Publishing.
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2007). Research methods in education. New York, NY: Routledge, Taylor & Francis Group.
Ebel, R. L. & Frisbie, D. A. (1991). Essentials of educational measurement (5th ed). New Jersey, NJ: Prentice-Hall, Inc.
Elia, I., Heuvel-Panhuizen, M., & Kolovou, A. (2009). Exploring strategy use and strategy flexibility in non-routine problem solving by primary school high achievers in mathematics. ZDM Mathematics Education, 41:605–618.
Evans, B. R. (2012). Editor’s perspective article: problem solving abilities and perceptions in alternative certification mathematics teachers. Journal of the National Association for Alternative Certification, 7(2), 34-43.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education. New York, NY: McGraw-Hill.
Hudojo, H. (1988). Belajar mengajar matematika. Jakarta: Depdiknas, Proyek P2LPTK.
Karatas, I & Baki, A. (2013). The effect of learning environments based on problem solving on students’ achievements of problem solving. International Electronic Journal of Elementary Education, 5 (3), 249-268.
Kemendikbud. (2016). Survei Internasional PISA. Retrieved from http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa/tentang-pisa.
Kruse, P. D. (2009). Working smart: Problem-solving strategies for school leaders. Maryland: Rowman Littlefield.
Nitko, A. J. & Brookhart, S. M. (2011). Educational assesment of students. Boston, MA: Pearson Education.
Novianti, D. E. (2021). Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Pemecahan Masalah Matematika. JPE (Jurnal Pendidikan Edutama), 8(2), 117–124.
OECD. (2013). PISA 2012 Assessment and analytical framework: mathematics, reading, science, problem solving and financial literacy. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2014). PISA 2012 results: what students know and can do – student performance in mathematics, reading and science (Volume 1, Revised Edition, February 2014). Paris: OECD Publishing.
OECD. (2016) PISA 2015 Result in Focus. Paris: OECD Publishing.
Pimta, S., Tayraukham, S., & Nuangchalerm, P. (2009). Factors influencing mathematic problem-solving ability of sixth grade students. Journal of social sciences, 5(4), 381-385.
Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method, (2nd ed). New Jersey, NJ: Princeton University Press.
Republik Indonesia. (2006). Pembukaan Undang-Undang RI, Tahun 1945.
Riduwan. (2012). Belajar mudah penelitian untuk guru, karyawan dan peneliti pemula. Bandung: Alfabeta.
Rohim, D. C. (2021). Konsep Asesmen Kompetensi Minimum Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Sekolah Dasar Untuk Siswa. Jurnal Varidika, 33(1), 54–62.
Sari, R. H. N., & Wijaya, A. (2017). Mathematical Literacy of Senior High School Students in Yogyakarta. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4 (1), 2017, 100-107. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/10649/9450
Stephen, M. (2013). PISA: Poor academic standards and on even poorer test. Retrieved from http://www.telegraph.co.uk/education/10488665/PISA-Poor-academic-standards-and-an-even-poorer-test.html.
Tias, A. A. W., & Wutsqa, D. U. (2015). Analisis kesulitan siswa SMA dalam pemecahan masalah matematika kelas XII IPA di Kota Yogyakarta. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 28. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/7148/6165
Van de Wall, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2010). Elementary & middle school mathematics: teaching developmentally seventh edition. Boston, MA: Allyn and Bacon, Pearson Education, Inc.
Wardhani, S. & Rumiati. (2011). Instrumen penilaian hasil belajar matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.
Wijaya, A., Van de Heuvel-Panhuizen, M., Doorman, M., & Robitzsch, A. (2014). Difficulties in solving context-based PISA mathematics tasks: An analysis of students’ errors. The Mathematics Enthusiast. Volume 11, no. 3, pp. 555-584



.png)
.png)
.png)
.png)






