PERBANDINGAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN METODE STRUCTURE EXERCISE METHODE (SEM) BERBANTUAN MIND MAP DAN METODE PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

Authors

  • Dwi Yulianto STKIP La Tansa Mashiro

DOI:

https://doi.org/10.55171/geomath.v1i2.729

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  eksperimen  dengan  pendekatan  kuantitatif  dengan  metode  penelitian  treatment  by  level  2×2  dengan  menerapkan  dua  perlakuan  yaitu  metode  Structure  Exercise  Methode  (SEM)  berbantuan  Mind  Map  dan  metode  problem  solving  terhadap  kemampuan  penalaran  matematis ditinjau dari kemampuan awal siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 128 siswa  Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ada di Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII  Daar El Qolam 1 dan Daar El Qolam 4 yang diambil secara acak terpilih 2 kelas siswa yang belajar dengan  metode Structure Exercise Methode (SEM) berbantuan Mind Map sebagai kelas eksperimen I dan 2 kelas  siswa yang belajar dengan metode problem solving kelas eksperimen II. Instrumen yang digunakan dalam  penelitian ini meliputi soal tes kemampuan penalaran matematis. Analisis data menggunakan uji perbedaan  dua rata-rata dan uji ANOVA dua jalur menggunakan General Linear Model Univariate Analysis. Berdasarkan  hasil penelitian, simpulan penelitian ini adalah (1) kemampuan penalaran matematis, kelompok siswa yang  belajar menggunakan metode problem solving lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar menggunakan  metode SEM berbantuan Mind Map, (2) Terdapat interaksi antara metode problem solving dan metode SEM  berbantuan  Mind  Map  terhadap  kemampuan  penalaran,  (3)  Kemampuan  penalaran  matematis  siswa berkemampuan  awal  tinggi,  kelompok  siswa  yang  belajar  menggunakan  metode  problem  solving  lebih  rendah dari kelompok siswa yang belajar dengan metode SEM berbantuan Mind Map, dan (4) Kemampuan  penalaran  matematis  siswa  berkemampuan  awal  rendah,  kelompok  siswa  yang  belajar  menggunakan  metode  problem  solving  lebih  rendah  dari  kelompok  siswa  yang  belajar  menggunakan  metode  SEM  berbantuan  Mind  Map.  Temuan  selama  penelitian  menunjukkan  bahwa  terdapat  konstribusi  dari  setiap  pembelajaran,  diantaranya:  (1)  pembelajaran  menggunakan  metode  Structure  Exercise  Methode  (SEM)  berbantuan Mind Map dan metode problem solving memberikan kesempatan kepada siswa berpikir secara  mandiri, (2) selama proses pembelajaran secara berkelompok mendorong siswa mempunyai daya nalar yang  tinggi  dan  kreatif  dalam  menyelesaikan  soal-soal  yang  diberikan,  (3)  kegiatan  ini  mampu  memberikan  kepuasan tersendiri dan rasa percaya diri dalam diri siswa. Lebih lanjut siswa dilatih untuk mampu secara  mandiri maupun berkelompok mempertanggungjawabkan hasil kerjanya.   Kata  kunci:  Metode  Structure  Exercise  Methode  (SEM),  Metode  Problem  Solving,  Mind  Map,  Penalaran  Matematis

References

Brodie, Keraf. (2010). Teaching Mathematical Reasioning in Secondary School Classrooms. New York: Springer.

Buzan, Tony. (2013). Buku Pintar Mind Map. Alih bahasa Susi Purwoko. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Borg and Gall. (1989). Educational Research. New York: The World Bank

Keraf, G. (1982). Argumentasi dan Narasi: Komposisi Lanjutan III. Jakarta: Gramedia.

OECD. (2016). “What Students Know and Can Do–Student Performance in Reading, Mathematics, and Science.” Online http://www.pisa.oecd.org/science.html. (Diakses Jum’at, 29 Januari 2016).

Van den Walle, J. (2008). Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Pengembangan Pengajaran.

Jakarta: Erlangga

Published

2023-01-02

How to Cite

Yulianto, D. (2023). PERBANDINGAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN METODE STRUCTURE EXERCISE METHODE (SEM) BERBANTUAN MIND MAP DAN METODE PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA. GEOMATH, 1(2), 19–27. https://doi.org/10.55171/geomath.v1i2.729

Issue

Section

Artikel