Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik Di Lingkungan Sekolah Maupun Di Luar Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.55171/jad.v10i2.750Abstract
Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai andil yang besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter siswanya, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Sikap dan perilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya dan bermoral. Masih banyak peserta didik yang belum bisa mengaplikasikan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah maupun di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik untuk mengetahui metode, faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam menanamkan nilai-nilai karakter di lingkungan sekitar. Jenis penelitian ini adalah Field Reasearch yaitu penelitian yang mengharuskan peneliti berangkat ke ‘lapangan’ untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data adalah wawancara (interview), pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analis data yang digunakan yaitu induktif melalui reduksi data, penyajian data (data display) dan kesimpulan (verification). Kesimpulan yang diperoleh bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menenamkan nilai-nilai karakter pada siswa dapat melalui kegiatan kelompok dengan harapan dapat menerapkan karakter disiplin dan tanggung jawab. Selain itu penerapan 7s (senyum, salam, sapa, sopan, santun, sabar dan syukur). Metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dapat melalui metode keteladanan, metode nasehat, metode demonstrasi, dan metode diskusi. Faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter yaitu adanya sarana dan prasarana yang mendukung dan media bercerita. sedangkan faktor penghambat dalam menanamkan nilai-nilai karakter yaitu diantaranya kesibukan orang tua, lingkungan, dan media massa. Selanjutnya solusi untuk mengatasi hambatan dalam menanamkan nilai-nilai karakter yaitu pemberian tugas dan kerjasama antara guru dan orang tua.References
Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Pola hubungan Guru-Murid, Jakarta, PT. Gaja Grafindo Persada, 2001. Bukhari Umar Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008 )
Ahmad Tafsir, Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam, ( Bandung: Maestro )
Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, (Jakarta: Departemen Agama RI, 1985)
Hamka Abdul Azis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Amzah, 2011. Karakter Guru Profesional, Jakarta, Al-Mawardi Prima
Handayani Dian, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung, PT Remaja Rosdakarya Offset, 2013
Heri Gunawan, Pendidikan Karakter, Bandung:Alfabeta, 2012
Lexy J. Moleong,Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Cet. 31, Bandung: Rosda Karya, 2013
Mahpud Furqon , Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat & Cerdas , Surakarta: Yuma Pustaka, 2009
Nurul yuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta, PT Bumi Aksara, 2009.
S.Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, Alfabeta, 2010. Sri Wahyuni dan Abd. Syukur Ibrahim
Zakiah Daradjat, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1995)
Zubaedi. Design pendidikan karakter. (Jakarta:Prenada Media Group, 2011)








