KEARIFAN LOKAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Authors

  • Mumu Zainal Mutaqin STAI La Tansa Mashiro
  • Nurwadjah Ahmad UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Andewi Suhartini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.55171/jad.v9i1.488

Abstract

Agama dan adat istiadat pada masyarakat Kabupaten Lebak memiliki kedudukan yang unik dan menemukan bentuk. Hal ini, menunjukkan proses transformasi agama menjadi adat dengan respon yang berbeda-beda. Berbagai pandangan tentang pentingnya toleransi diterapkan dengan baik, sehingga ketegangan dapat berkurang, dan peran Pemerintah sangat intens dalam mensosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati dalam kebhinekaan melalui pemanfaatan institusi sosial. kearifan lokal dimaknai sebagai kebijakan manusia yang bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber daya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.  Jenis penelitian ini menggunakan  kualitatif dengan pendekatan deskriftif analisis dan termasuk kategori studi kepustakaan dimana pelaksanaannya peneliti menggunakan literatur, baik berupa buku, jurnal, catatan, maupun hasil penelitian dari peneliti terdahulu yang mempunyai hubungan atau keterikatan secara langsung maupun tidak langsung dengan pokok bahasan yang menjadi objek utama dalam penelitian. Kajian pustaka bertujuan untuk membantu peneliti dalam memecahkan masalah dan mengungkap teori-teoris sebagai landasan dalam melaksanakan penelitian. Adapun tahapan yang ditempuh dalam pengumpulan data sebagai berikut : pertama menghimpun atau mencari literatur yang berkaitan dengan objek penelitian (buku- buku, koran, jurnal, majalah, diktat, artikel dan dokumen yang relevan. Kedua mengklasifikasi buku berdasarkan content dan jenisnya. Ketiga mengecek/melakukan konfirmasi atau cross check data/teori dari sumber atau dengan sumber lainnya (validasi dan rehabilitasi atau trushworthiness), dalam rangka memperoleh kepercayaan data. (d) Mengelompokan data berdasarkan outline/sistematika penelitian yang telah disiapkan.

References

Akbar, Eliyyil. Pendidikan Islami Dalam Nilai-Nilai Kearifan Lokal Didong. Al-Tahrir, Vol. 15, No. 1 Mei 2015 : 43-65

Arif, Mahmud. Islam, Kearifan Lokal Dan Kontekstualisasi Pendidikan: Kelenturan, Signifikansi, Dan Implikasi Edukatifnya. Al-Tahrir, Vol. 15, No. 1 Mei 2015 : 67 – 90

Hadi, Sopyan dan Yunus Bayu. Membangun Kerukunan Umat Beragama melalui Model Pembelajaran PAI Berbasis Kearifan Lokal pada Penguruan Tinggi. Tarbiyah wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 8, No.2. 2021

Kartika, Titing. Emron Edison. Masyarakat Baduy Dalam Mempertahankan Adat Istiadat Di Era Digital. Prosiding ISBI Bandung.

Mufidah, Luk Luk Nur. Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Karakter Dan Kearifan Lokal. Al-Tahrir, Vol. 15, No. 1 Mei 2015 : 91 - 110

Mukhtar. Bimbingan Skripsi, Tesis dan Artikel Ilmiah (Panduan Berbasis Penelitian Kualitatif Lapangasn dan Kepustakaan). Jakarta :Gaung Persada Press.2010.Cet.3

Noor, Juliansyah. Metode Penelitian. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.2014.

Rohman, Miftahur dan Hairudin. Konsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-Nilai Sosial Kultural. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 9, No. I 2018.

Suryani, Ita. Menggali Keindahan Alam Dan Kearifan Lokal Suku Baduy (Studi Kasus Pada Acara Feature Dokumenter “Indonesia Bagus” Di Stasiun Televisi Net.Tv). Musâwa, Vol. 13, No. 2, Desemer 2014.

Suparmini dan Sriadi Setyawati, dan Dyah Respati Suryo Sumunar. Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 18, No.1, April 2013: 8-22.

Published

2021-07-15

Issue

Section

Artikel