Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter di MTS Al Mizan Pandeglang
DOI:
https://doi.org/10.55171/jad.v8i2.417Abstract
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mizan Rangkasbitung dengan tujuan untuk mengetahui apa saja problematika guru dalam membentuk karakter peserta didik di MTs Al-Mizan Rangkasbitung beserta solusinya, untuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang problematika guru Pendidikan Agama Islam di MTs Al-Mizan Rangkasbitung, hal ini sebagai kajian guru Pendidikan Agama Islam untuk memahami peserta didik agar dapat menilai dan mengevaluasi hingga menginformasikan hasil tersebut kepada MTs Al-Mizan bagaimana program dan proses guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik di MTs Al-Mizan berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang problematika guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk tujuh karakter, yaitu: karakter Sopan santun, Berpenampilan baik, Religius, Jujur, Disiplin, Kreatif dan Tanggung jawab.Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah guru yang bertugas mengampu mata pelajaran Agama Islam. Salah satu tugas penting guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah membuat peserta didik belajar dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif. Problematika Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Al-Mizan yaitu: Tertutupnya peran orang tua tentang karakter anak sebelum memasukkan anak nya ke MTs Al-Mizan dan Lemahnya kemampuan peserta didik dalam membaca tulis Arab (Al-Qur’an). Solusi dalam mengatasi problematika guru ini, Peserta didik harus lebih rajin dan semangat dalam membaca dan menulis tulisan Bahasa Arab. Guru agar senantiasa lebih meningkatkan kualitasnya serta menjadi teladan dan contoh kepada peserta didik. Sehingga peserta didik akan melihat dan mencontoh pula apa yang dilakukan oleh guru tersebut. Orang tua hendaknya membantu mendukung segala kegiatan sekolah untuk turut serta menciptakan peserta didik yang baik dari segi kognitif dan afektifnya, Begitu pula dengan hal yang berkaitan dengan karakternyaReferences
Asyrofi, Syamsudin. 2012. Beberapa Pemikiran Pendidikan. yogyakarta. Aditya Media Publishing
Alamsyah, Devi Amelia Nurul. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kebugaran Jasmani pada Remaja Siswa Kelas XI SMK Negeri 11 Semarang. JKM e- Jurnal. Volume 5 Nomor 3.
Komarudin. 2016. Penilaian Hasil Belajar Penddikan Jasmani dan Olahraga. Bandung. Remaja rosdakarya.
Jauhari, Imam. 2011. Kesehatan dalam Pandangan Islam. Kanun Jurnal Ilmu Hukum. N0.55, Th XIII.
Muchtar, Heri Jauhari. 2012. Fikih Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya
Muhaimin. 2008. Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Mukhtar. 2010. Bimbingan Skripsi, Thesis dan Artikel Ilmiah (Panduan Berbasis Penelitian Kualitatif Lapangan). Jakarta. Gaung persada Press.
Sartinah.2008. Peran Pendidikan Jasmani dan Olahraga dalam Perkembangan Gerak dan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. Volume 5. Nomor 2
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Samsudin. 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta. Litera.
Syahrin, Alfi. 2017. Peran Guru Pendidikan Jasmani dalam Membentuk Karakter Siswa Pada MTS Se-Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah. Volume 3 Nomor 2.








