Perkembangan dan Tantangan Transformasi PTAI (IAIN menjadi UIN)

Authors

  • Achmad Faisal Hadziq

DOI:

https://doi.org/10.55171/jad.v7i1.280

Abstract

Latar belakang didirikannya PTAIN ialah Perhatian umat Islam terhadap pendidikan agama Islam semakin tumbuh ketika mengetahui bahwasannya Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan gospel, dan juga dalam rangka memenuhi kebutuhan guru agama Islam di Indonesia. Sekolah Tinggi Islam (STI) didirikan dan dibuka secara resmi pada tanggal 8 Juli 1945. Lalu pada tanggal 10 Maret 1948 STI dirubah menjadi Universitas Islam Indonesia dengan empat fakultas yaitu: Fak. Agama, Fak. Hukum, Fak. Ekonomi dan Fak. Pendidikan. Kemudian PTAIN didirikan di Yogyakarta pada bulan september 1951 yang berdasarkan pada peraturan pemerintah No. 34 Tahun 1950, yang ditanda tangani oleh Presiden RI. Sejak pertama didirikan hingga saat ini Sekolah Tinggi Islam telah mengalami banyak perubahan dan juga perkembangan, yang mana perkembangan ini menjadikan Sekolah Tinggi Islam atau Perguruan Tinggi Islam menjadi lebih baik dan mendapat tempat di dalam hati masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, jumlah Perguruan Tinggi Islam diseluruh Indonesia sangat banyak. Ada yang berbentuk Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), UIN (Universitas Islam Negeri) dan juga sekolah tinggi swasta. Dalam sejarah perkembangannya yang begitu panjang PTAI kemudian mendapat ruang gerak yang luas sehingga mahasiswa dan alumninya memiliki nilai plus, karena otoritas keagamaan yang ada ditangannya bisa dibumikan dengan menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh publik secara luas, sehingga mahasiswa dan alumni PTAI bisa menjadi pengamat politik, politisi, wartawan cetak dan elektronik, aktivis LSM, bankir, advokat dan lain sebagiannya. Perkembangan dunia pendidikan tinggi Islam dengan perubahan beberapa IAIN menjadi UIN, juga dibukanya prodi-prodi umum di IAIN, memunculkan harapan baru bagi munculnya alternatif paradigmatis pengembangan ilmu sosial di Indonesia. Wacana besar integrasi agama dan ilmu pengetahuan segera muncul sebagai tema sentral pengembangan ilmu sosial di IAIN/UIN

References

A.Malik Fadjar et. Al., Platform Reformasi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Dirjen Binbaga Islam, 1999).

D.A. Tisna Amijaya, Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 1976-1985 (Jakarta: Dirjen Dikti,1976).

Dhofier, Z. (1982). Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

IAIN Jakarta, Proposal Pembentukan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah, 1998).

Task Force Pendidikan Tinggi, Implementasi Paradigma Baru di Pendidikan Tinggi, (Jakarta: Dirjen Dikti, 1999).

UNESCO, Higher Education in the Twenty-First Century : Vision and Action (Paris: UNESCO, 1998).

http://hanifmahfuds.wordpress.com/2012/02/08/ide-perubahan-iain-menjadi- uin-jakarta-dari-harun-nasution-hingga-azyumardi-azra/

http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=151614 Kamis, 18 Juli 2013

Published

2019-10-13

Issue

Section

Artikel