Relevansi Sistem Pendidikan Ponpes Nurul Faizin Cilangkap Dalam Era Modernisasi

Authors

  • Asrowi Asrowi STAI La Tansa Mashiro, Rangkasbitung

DOI:

https://doi.org/10.55171/jad.v3i2.249

Abstract

The Indonesian social cultural life is very dependent and colored by religious values so that religious life cannot be resolved from the life of the Indonesian people. As a country based on religion, religious education cannot be ignored in the implementation of national education. Religious people with religious institutions in Indonesia are great potential and as the basic capital in the nation's mental spiritual development and are a national potential for the development of the physical material of the Indonesian nation. The purpose of this study was to study the relevance of the education system of Nurul Faizin Cilangkap Islamic Boarding School in the Modernization era. The results showed that the education system in Nurul Faizin Islamic boarding school was carried out through three channels. First, cottage / non-classical education pathways, with sorogan and bandongan detection methods. Secondly, madrasah / classical education pathways, with methods that complement lectures, question and answer, discussions, demonstrations, and drill / practice language skills. Third, co-curricular education pathways include the development of talents possessed by santri, such as providing sewing-agriculture, agriculture, plantation, cooperative skills, calligraphy, screen printing, electronics, computers, and so on.Kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia sangat dipengaruhi dan diwarnai oleh nilai-nilai agama sehingga kehidupan beragama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai negara yang berdasarkan agama, pendidikan agama tidak dapat diabaikan dalam penyelengaraan pendidikan nasional. Umat beragama beserta lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia merupakan potensi besar dan sebagai modal dasar dalam pembangunan mental spiritual bangsa dan merupakan potensi nasional untuk pembangunan fisik materiil bangsa Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi system pendidikan Ponpes Nurul Faizin Cilangkap dalam era Moderenisasi. Hasil penelitian menunjukan Sistem pendidikan di pesantren Nurul Faizin  dilaksanakan melalui tiga jalur. Pertama, jalur pendidikan pondok/non-klasikal, dengan metode pengajaran utamanya sorogan dan bandongan. Kedua, jalur pendidikan madrasah/klasikal, dengan metode pengajaran yang meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan drill/latihan kemampuan bahasa. Ketiga, jalur pendidikan ko-kurikuler berupa pengembangan bakat yang dimiliki oleh para santri, seperti memberi ketrampilan jahit-menjahit, pertanian, perkebunan, koperasi, kaligrafi, sablon, elektronika, komputer, dan sebagainya.Pesantren tradisional perlu berintegrasi ke dalam pendidikan nasional dengan memasukkan kurikulum negeri di lembaga pesantren tradisional. Bagaimanapun juga harus diakui bahwa saat ini pesantren tradisional sebagai suatu sistem pendidikan masih berada di luar lingkungan pendidikan nasional yang ada. Ia diakui sebagai pendidikan yang hidup di tengah-tengah dan menjadi bagian dari masyarakat bangsa. Secara potensial, ia merupakan salah satu dari lembaga pendidikan yang ideal bagi bangsa kita, karena kemampuannya membentuk watak mandiri dalam diri para lulusannya selama ini. Akan tetapi kelebihan potensi itu hanya akan tetap berupa potensi jika pesantren sendiri tidak memikirkan langkah-langkah menggunakan kelebihannya itu guna turut membentuk pendidikan nasional yang relevan bagi bangsa kita yang sedang membangun. Dalam jangka panjang, bisa jadi pesantren tradisional akan ditinggalkan masyarakat apabila tidak menjadi bagian dari pendidikan nasional, karena dianggap tidak peka terhadap tuntutan dan kebutuhan zaman.

References

Al-Abrasyi, M. Athiyah. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta : Bulan Bintang, 1984.

Arifin, Imron. Kepemimpinan Kyai : Kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Malang : Kalimasahada Press, 1993.

----------. Penelitian Kualitatif dalam Ilmu-Ilmu Sosial dan Keagamaan. Malang : Kalimasahada Press, 1996.

Arifin, M. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Jakarta : Bumi Aksara, 2000.

Asrohah, Hanun. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999.

Azizy, Ahmad Qodri A. Islam dan Permasalahan Sosial : Mencari Jalan Keluar. Yogyakarta : LKIS, 2000.

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 2000.

Bawani, Imam. Tradisionalisme Dalam Pendidikan Islam. Surabaya : Al-Ikhlas, 1993.

Bruinessen, Martin Van. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat : Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia. Bandung : Mizan, 1999.

Daradjat, Zakiah, et. al. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara, 1996.

Daulay, Haidar Putra. Historisitas dan Eksistensi Pesantren, Sekolah, dan Madrasah. Yogyakarta : Tiara Wacana, 2001.

Depdikbud RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1989.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren : Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta : LP3ES, 1994.

Fadjar, Malik. Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. Jakarta : LP3NI, 1998.

Ghazali, Bahri. Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 2001.

Ismail, Faisal. Paradigma Kebudayaan Islam : Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta : Titian Ilahi Press, 1998.

Jameelah, Maryam. Islam dan Modernisme. Surabaya : Usaha Nasional, 1982.

Madjid, Nurcholish. Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung : Mizan, 1997.

----------. Bilik-Bilik Pesantren : Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta : Paramadina, 1997.

Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : Al-Ma’arif, 1974.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Rake Sarasin, 1996.

Rahardjo, M. Dawam. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta : LP3ES, 1988.

Rahim, Husni. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 2001

Soebahar, Abdul Halim. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Pasuruan : Garoeda Buana Indah, 1992.

Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1992.

Tim Dosen FIP-IKIP Malang. Pengantar Dasar-Dasar Kependidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.

Wahid, Marzuki, et. al. Pesantren Masa Depan : Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Bandung : Pustaka Hidayah, 1999.

Zuhdi, M. Nadim, et. al. Tarekat, Pesantren, dan Budaya Lokal. Surabaya : Sunan Ampel Press, 1999.

Published

2015-12-15

Issue

Section

Artikel