Peran Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran apa saja yang dimiliki ekstrakurikuler Rohani islam dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam di SMAN 3 Rangkasbitung serta faktor penghambat dan pendukung kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini dilakukan pada bulan maret sampai agustus 2023 yang berada di SMAN 3 Rangkasbitung. Subjek dalam penelitian ini adalah pembina Rohis, ketua dan anggota Rohis serta siswa/i SMAN 3 Rangkasbitung. Hasil penelitian ini yaitu 1). Ekstrakurikuler Rohani Islam memiliki beberapa peran di SMA Negeri 3 Rangkasbitung diantaranya memberikan wawasan akademik maupun non akademik, membentuk karakter dan sikap siswa, serta mengembangkan minat dan bakat siswa. Cara pengimplementasinya dengan melaksanakan program kerja kajian keislaman dan pengetahuan akademik, 2) Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler Rohis memiliki nilai-nilai pendidikan agama Islam diantaranya nilai keimanan (Aqidah/tauhid), cara menanamkan nilai ini seperti melatih menjalankan rukun islam, kemudian melatih menjadi siswa yang mampu menjalankan perintah Allah dengan baik atau kecerdasan spiritual melalui kegiatan-kegiatan Rohis, kemudian ada nilai pendidikan akhlakul karimah dalam nilai ini anggota Rohis dilatih dalam perkataan, perbuatan dan penampilan, dan terakhir nilai pendidikan ibadah, pendidikan nilai ibadah dalam kegiatan Rohis SMAN 3 Rangkasbitung seperti anggota Rohis rajin melaksanakan kegiatan agama Islam seperti sholat berjama’ah di sekolah, mengajak siswa lain untuk kegiatan ibadah dan lain sebagainya, 3). Kegiatan ekstrakurikuler Rohis memiliki beberapa faktor penghambat dan pendukung, faktor penghambat terbagi menjadi dua yaitu dari eksternal dan internal, faktor penghambat internal itu ada keterbatasan waktu dan pengaruh dalam diri siswa atau minatnya, sedangkan faktor eksternal yaitu teman dan minimnya fasilitas di sekolah. Kemudian ada faktor pendukung, faktor pendukung seperti motivasi diri, dan dukungan keluarga serta dukungan dari sekolah baik dari pembina, guru maupun kepala sekolah.Downloads
Published
2024-11-17
Issue
Section
Artikel








