Pendidikan Islam Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani Dan Implikasinya Di Era Globalisasi

Authors

  • Asrowi Asrowi STAI La Tansa Mashiro

DOI:

https://doi.org/10.55171/jaa.v3i2.741

Abstract

Hakikat pendidikan dan pengajaran dalam Islam menurut Nawawi mencakup term ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan mencakup transfer of knowledge, transfer of value, transfer of methodology, dan transformasi. Pendidikan mencakup jasmani (praktik/amal), intelektual, mental/spiritual dan berjalan sepanjang hidup dan integral.  Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut memerlukan pemikiran tentang muatan pendidikan Islam. Dari berbagai pernyataan Syekh Nawawi, hal utama yang diberikan dalam proses pendidikan adalah masalah ilmu-ilmu keagamaan yang wajib personal. Sedangkan yang paling utama dari kewajiban personal itu ialah iman tauhid. Sebagai implikasi dari pandangan Syekh Nawawi tersebut tentu terdapat dampak positif edukatif dan juga terdapat dampak negatif edukatifnya. Dampak edukatif positifnya adalah rasa tanggung jawab yang sangat kuat telah menghujam pada pemikiran pendidikannya, dan mengukuhkan rasa tanggung jawab moral. Penghargaannya terhadap persoalan pendidikan Islam sangat tinggi, bahkan menilainya sebagai wujud tanggung jawab keagamaan yang sangat luhur. Tugas mengajar dan belajar tidak sekadar sebagai tugas-tugas profesi kerja dan tugas-tugas kemanusiaan tetapi lebih jauh dari itu yakni sebagai tuntutan kewajiban agama. Tanggung jawab dan kewajiban agama sebagai titik sentral baik dalam kontruksi tataran konsep maupun tataran aplikasi pendidikan. Atau dengan kata lain jika tuntutan tidak sejalan dengan tuntutan keagamaan, maka yang harus didahulukan ialah tuntutan keagamaan.Kata Kunci : Nawawi dan Pendidikan

References

Arifin, Muzayyin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara (2012), Cet. Ke-6.

Azra, Azyumardi, Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru), Jakarta: Logos Wacana Ilmu (2002), Cet. Ke-4.

Fahmi, M. Ulul, Ulama Besar Indonesia: Biografi dan Karyanya, Kendal: Pustaka Amanah, 2008.

Iqbal, Asep Muhamad, Yahudi dan Nasrani dalam Al-Qur’an, Jakarta: Teraju, 2004.

Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial, Jakarta: Referensi (2013), Cet. Ke-5.

Mas’ud, Abdurrahman, Dari Haramain ke Nusantara: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren, Jakarta: Kencana, 2006.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia (2011), Cet. Ke-9.

Sahilun A. Nasir, Syekh Muh. Nawawi Al-Bantani-Al-Jawi, 315 (Desertasi). 2008.

Shihab, Muhammad Quraish, Membumikan Al-Qur’an (Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat), Bandung: Mizan (1992), Cet. Ke- 2.

Siregar, Maragustam, Pemikiran Pendidikan Syekh Nawawi Al-Bantani, Yogyakarta: Data Media, 2007.

Solihin, M. dan Anwar, Rosihon, Ilmu Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2008.

Suwito dan Fauzan, Sejarah Para Tokoh Pemikiran Pendidikan, Bandung: Angkasa, 2003.

Syekh Muh. Nawawi, Bukfatul Wasail, Surabaya: Al-Hidayah, T. th.,-

Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, Terjemah Tankihul Qoul. Bandung: Husaini, 2003.

Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosda Karya (2012), Cet. Ke- 1.

Tim Penyusun, Ensiklopedi Islam Jilid IV, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994.

Yunus, Muhammad, Terjemah Al-Qur’an Karim, Bandung: Al-Ma’arif, T.th.,-

Zainal, Veithzal Rivai, Islamic Education Management; Dari Teori Ke Praktik; Mengelola Pendidikan Secara Profesional dalam Perspektif Islam, Jakarta: Rajawali Pers (2015), Cet. Ke-2.

Downloads

Published

2022-12-30

Issue

Section

Artikel