Hubungan Antara Tingkat Kepuasan Citra Tubuh (Body Image) Dengan Harga Diri (Self Esteem) Pada Mahasiswi Fakultas Psikologi
DOI:
https://doi.org/10.55171/jaa.v1i1.614Abstract
Penelitian ini berawal dari penemuan peneliti mengenai beberapa mahasiswi yang merasa tidak puas terhadap penampilan tubuhnya dan memiliki penilaian negatif terhadap tubuhnya. Berdasarkan hasil pengambilan data awal kepada 20 orang mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung diperoleh informasi bahwa 60% dari 20 mahasiswi merasa tidak puas terhadap penampilan tubuhnya. Seseorang yang merasa puas terhadap tubuhnya, ia akan memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi karena evaluasi terhadap tubuh dapat mempengaruhi evaluasi terhadap diri. Harga diri (self esteem) yang tinggi sangat penting untuk mahasiswi Fakultas Psikologi karena mahasiswi Fakultas Psikologi akan berhubungan dengan orang lain seperti berhadapan dengan klien untuk membantu klien menyelesaikan masalahnya. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan terhadap citra tubuh (body image) dengan harga diri (self esteem) pada mahasiswi Fakultas Psikologi.Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan terhadap citra tubuh (body image) dengan harga diri (self esteem), peneliti melakukan penelitian pada populasi mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung usia 18 sampai 22 tahun yang berjumlah 72 orang. Sampel diambil dengan cara menggunakan proprtionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala Tingkat Kepuasan terhadap Citra Tubuh (Body Image) sebanyak 31 item dan skala Harga Diri (Self Esteem) sebanyak 43 item. Alat ukur yang digunakan berskala Likert, dan uji statistiknya menggunakan Rank Spearman. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 53 % mahasiswi memiliki tingkat kepuasan terhadap citra tubuh (body image) yang tinggi, dan sebanyak 47 % mahasiswi memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi sebesar rs = 0,223, artinya tingkat kepuasan terhadap citra tubuh (body image) tidak berhubungan secara signifikan dengan harga diri (self esteem).Kata Kunci : Citra Tubuh, Harga DiriReferences
Al-Issa, Ihsan. (1980). The Psychopatology Of Women. London: Precentice-Hall.
Branden, Nathaniel (1994). Six Pillars of Self Eteem. New York: Bantam.
Cash, Thomas. F. & Pruzinsky, Thomas. (2002). Body Image a Handbook of Theory, Research, and Clinical Practice. London: The Guilford Press.
Coopersmith, Stanley. (1967). The Antecedent of Self Esteem. San Fransisco: Freeman Press.
Hurlock, Elizabeth. B. (1980). Psikologi Perkembangan (5th ed.). Jakarta: Erlangga.
Melliana, Annastasia, S. (2006). Menjelajah Tubuh dan Mitos Kecantikan. Yogyakarta: Lkis.
Monks, J. F. (2006). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Mruk, Christopher, J. (2006). Self Esteem, Reserach, Theory, and Practice Toward a Positive Psychology of Self Esteem (3th ed.). New York: Springer Publishing Company.
Papalia, Diane, E., Olds, Sally, W., & Feldman, Ruth, D. (2009). Human Development (10 th edition). Jakarta: Salemba Humanika.
Papalia, Diane, E., Olds, Sally, W., & Feldman, Ruth, D. (2008). Human Development (9 th edition). Jakarta: Salemba Humanika.
Purwanto, Yadi. (2007). Etika Profesi Psikologi Profetik Perspektif Psikologi Islami. Bandung: Refika Aditama.
Rumini, S. & Sundari, S. (2004). Perkembangan Anak & Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sahputra, N. (2009). Hubungan Konsep Diri dengan Prestasi Akademik Mahasiswi S1 Keperawatan Semester III Kelas Ekstensi PSIK FK USU Medan. Skripsi Online. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diunduh pada tanggal 10 April 2012 dari http: repository.usu.ac.id/bitstream.
Sriati, A. (2003). Hubungan antara Harga Diri dengan Prestasi Belajar Remaja Awal yang Tinggal di Panti Asuhan Darul Inayah.Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.



.png)
.png)